You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Menu Kategori
Logo Kalurahan Krembangan
Kalurahan Krembangan

Kap. PANJATAN, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

MARI BERSINERGI UNTUK MENUJU KREMBANGAN YANG BERDIKARI ***** INFO LAYANAN DAN ADUAN SILAHKAN PILIH MENU LAYANAN UMUM ***** JANGAN LUPA FOLLOW DAN SUBSCRIBE MEDIA SOSIAL KAMI JAM PELAYANAN EFEKTIF SENIN - KAMIS JAM 08:00 - 15:00 WIB | JUMAT JAM 07:30 - 15:00 WIB

TRADISI NYADRAN, WARISAN BUDAYA LOKAL YANG TERUS DILESTARIKAN WARGA KREMBANGAN

Admin Kalurahan 17 Februari 2025 Dibaca 247 Kali
TRADISI NYADRAN, WARISAN BUDAYA LOKAL YANG TERUS DILESTARIKAN WARGA KREMBANGAN

Tradisi Nyadran merupakan salah satu tradisi turun-temurun yang telah dilakukan oleh masyarakat Jawa. Pada awalnya, Nyadran berakar dari kepercayaan terhadap para leluhur yang dilakukan sebelum masuknya Islam ke Nusantara. Tradisi ini dahulu bertujuan untuk memperoleh berkah dari roh leluhur sebagai bagian dari penghormatan dan permohonan keselamatan. Namun, seiring dengan perkembangan ajaran Islam, para Wali Songo mengadaptasi tradisi ini sebagai media dakwah, mengemasnya dalam bentuk wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala anugerah yang telah diberikan.

Di wilayah Kalurahan Krembangan, tradisi Nyadran memiliki kekhasan tersendiri dan tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Pelaksanaan tradisi ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan, sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah tersebut. Warga setempat mengawali rangkaian kegiatan Nyadran dengan membersihkan makam para leluhur atau kerabat yang telah meninggal dunia. Kegiatan pembersihan makam ini tidak hanya memiliki makna kebersihan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang telah berpulang.

Setelah makam dibersihkan, penentuan waktu pelaksanaan tradisi Nyadran sepenuhnya diserahkan kepada Dukuh setempat yang memiliki peran penting dalam menjaga tradisi ini. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, warga berkumpul di lokasi makam untuk melaksanakan doa bersama. Doa yang dipanjatkan berisi ungkapan rasa syukur atas segala anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT, permohonan berkah dan keselamatan bagi warga, serta doa untuk para leluhur yang telah mendahului.

Selain doa bersama, tradisi Nyadran juga identik dengan adanya makanan khas yang disiapkan khusus untuk acara ini. Makanan tersebut dibawa oleh warga dan dihidangkan sebagai bentuk kebersamaan serta rasa syukur. Setelah doa bersama selesai, makanan yang telah disiapkan dinikmati secara bersama-sama oleh para peziarah. Tradisi makan bersama ini memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam masyarakat Kalurahan Krembangan.

Nyadran bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara sesama manusia, alam, dan Sang Pencipta. Dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaannya, Nyadran di Kalurahan Krembangan menjadi salah satu contoh bagaimana budaya lokal dapat beradaptasi dengan ajaran agama tanpa kehilangan identitas aslinya. Oleh karena itu, tradisi ini patut terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa dan warisan berharga bagi generasi mendatang.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,842,209,034 Rp2,427,411,330
75.89%
Belanja
Rp1,287,298,950 Rp2,323,969,300
55.39%
Pembiayaan
Rp128,093,770 Rp-102,006,230
-125.57%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp0 Rp8,500,000
0%
Hasil Aset Desa
Rp0 Rp800,000
0%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp87,630,000 Rp93,200,000
94.02%
Dana Desa
Rp1,150,300,000 Rp1,150,300,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp57,760,657 Rp189,284,405
30.52%
Alokasi Dana Desa
Rp543,775,276 Rp881,726,925
61.67%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp0 Rp100,000,000
0%
Bunga Bank
Rp2,743,101 Rp3,600,000
76.2%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp597,685,135 Rp1,224,491,912
48.81%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp454,145,915 Rp679,988,100
66.79%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp48,400,000 Rp163,029,900
29.69%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp154,667,900 Rp209,398,900
73.86%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp32,400,000 Rp47,060,488
68.85%