
Krembangan – Posyandu remaja adalah kegiatan berbasis kesehatan yang diperuntukkan khusus untuk remaja. Kegiatan ini akan membahas mengenai kesehatan fisik dan mental dengan tujuan membantu perkembangan remaja. Posyandu remaja di Padukuhan Krajan sendiri sudah dilaksanakan secara rutin bersama dengan kegiatan pertemuan rutin Karang Taruna Padukuhan Krajan setiap sebulan sekali.
Pada pertemuan Bulan Juni yang diselenggarakan di rumah Ketua Karang Taruna Padukuhan Krajan pada hari Jum’at tanggal 7 Juni 2024, kegiatan Posyandu Remaja Padukuhan Krajan mendapatkan kunjungan dari Tim Puskesmas Panjatan I. Dalam kunjungannya, Tim Puskesmas Panjatan 1 menyampaikan apresiasi karena kegiatan Posyandu di Padukuhan Krajan merupakan salah satu dari 10 Posyandu Remaja yang aktif di Kalurahan Krembangan. Kendati demikian, disampaikan juga saran untuk pembentukan kader kesehatan yang anggotanya dari remaja. Karena akan lebih baik apabila kegiatan Posyandu Remaja dilaksanakan oleh remaja itu sendiri.
Posyandu remaja menerapkan sistem 5 meja, yaitu:
Meja 1 : Meja pendaftaran atau registrasi.
Meja 2 : Meja pemeriksaan berat-badan, ukur tinggi-badan, tensi.
Meja 3 : Meja pencatatan.
Meja 4 : Meja penyuluhan gizi dan kesehatan.
Meja 5 : Meja Konseling dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi).
Sasaran kegiatan Posyandu Remaja adalah remaja usia 10-20 tahun, sedangkan untuk angota karang taruna yang berusia diatas 20 tahun nanti datanya bisa dimasukkan dalam Posbindu. Dalam Posyandu Remaja nanti kegiatannya ada 3 yaitu :
- Isi Piringku
Isi Piringku merupakan pedoman yang disusun oleh Kementerian Kesehatan untuk mengkampanyekan konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Dalam satu piring setiap kali makan, setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk. Lebih lanjut tentang Isi Piringku ini akan dijelaskan pada saat pelatihan/pendampingan kader kesehatan remaja setelah terbentuk. - Tablet Tambah Darah (TTD)
Pemberian Tablet Tambah Darah merupakan upaya menurunkan resiko terjadinya kekurangan zat besi dan anemia pada remaja putri. Selain mengandung zat besi, Tablet Tambah Darah (TTD) mengandung asam folat yang diperlukan untuk mencegah kecacatan saat mengandung anak suatu hari nanti. Untuk itu disarankan minum satu tablet tambah darah setiap seminggu sekali dan setiap hari selama masa menstruasi. - Bahaya Narkoba dan Rokok.
Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat Indonesia. Aktivitas merokok bisa merusak kesehatan diri sendiri dan juga perokok pasif yang beresiko terpapar 3x. Di Puskesmas Panjatan I sudah memiliki alat untuk mengetes polusi yang ada di paru-paru. Dari hasil pemeriksaan, efek rokok bakar lebih banyak meninggalkan karbon monoksida (CO) di dalam paru-paru dibanding efek rokok elektrik/vapor. Akan tetapi jika dilihat secara kerusakan paru-paru lebih membahayakan rokok elektrik.
“Sekalian kami sampaikan terkait edukasi kesehatan reproduksi. Ketika sedang menstruasi selain harus minum tablet tambah darah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebersihan. Penggunaan pembalut sebaiknya diganti setiap 4 jam sekali. Kemudian dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis jangan sampai melakukan hal-hal yang melampaui batas karena bisa berakibat fatal.” ujar Trimarlina Anugrahani, Petugas dari Puskesmas Panjatan I. ~Rf


