You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Krembangan
Logo Desa Krembangan
Krembangan

Kec. Panjatan, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

MARI BERSINERGI UNTUK MENUJU KREMBANGAN YANG BERDIKARI ***** INFO LAYANAN DAN ADUAN SILAHKAN PILIH MENU LAYANAN UMUM ***** JANGAN LUPA FOLLOW DAN SUBSCRIBE MEDIA SOSIAL KAMI JAM PELAYANAN EFEKTIF SENIN - KAMIS JAM 08:00 - 15:00 WIB | JUMAT JAM 07:30 - 15:00 WIB

SELIKURAN, BUDAYA BULAN RAMADHAN YANG TERGERUS ZAMAN

Administrator 01 April 2024 Dibaca 301 Kali
SELIKURAN, BUDAYA BULAN RAMADHAN YANG TERGERUS ZAMAN

BudayaKrembangan, Semakin majunya peradaban era saat ini, banyak adat dan budaya yang semakin tergerus oleh waktu, salah satunya budaya Selikuran atau dalam bahasa Jawa, Malem Selikur berasal dari kata malem yang berarti malam dan selikur yang berarti dua puluh satu. Tradisi ini diperkenalkan oleh Wali Songo sebagai metode dakwah Islam yang disesuaikan dengan budaya Jawa. Selikur juga diartikan sebagai sing linuwih ing tafakur.

Tafakur berarti usaha untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Artinya sebagai ajakan untuk lebih giat mendekatkan diri pada Allah dan diharapkan menjadi sarana pengingat untuk memperbanyak sedekah, merenung dan instropeksi diri, juga menggiatkan ibadah.

Budaya Selikuran masih dijaga dan dilestarikan oleh sebagian kecil warga Kalurahan Krembangan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 31 Maret 2024, bertepatan dengan malam ke-21 bulan Ramadhan (versi Pemerintah). Kegiatan ini diinisiasi oleh Dukuh selaku pemangku wilayah Padukuhan. Rangkaian kegiatan ini adalah ibadah tahlil, pembacaan doa, dan pembagian makanan berupa sayur, lauk pauk dan sego sucen. Terdapat beberapa Padukuhan yang masih melaksanakan tradisi Selikuran diantaranya, padukuhan Kepuh Kidul, Krajan, Kepuh, Karangjati, Ngireng Ireng dan Dukuh.

“Tradisi selikuran ini harus tetap terjaga dan dilestarikan oleh warga Krajan pada bulan Ramadhan, selain itu sebagai tali silaturahmi warga Krajan” ujar Kardiyono selaku Dukuh Padukuhan Krajan dalam wawancaranya dengan tim redaksi.

Melestarikan budaya selikuran ini harus diturunkan sampai anak-cucu, agar kelak budaya yang mulai tergerus zaman ini tetap terjaga sebagai budaya warisan nenek moyang kita. (eWH)

Bagikan Artikel Ini

"Alhamdulillah.. Selamat menjalankan ibadah puasa 1445 H, senantiasa diberikan kelancaran sampai penghujung Ramadhan. Biyen selikuran sering nang pantai segoro kidul bar sholat subuh. Melestarikan budaya tradisi yang baik, salam lestari...
Bodet 01 April 2024
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan