Krembangan, 30 Juli 2026 – Pemerintah Kalurahan Krembangan menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Masa Tanam Bulak Dagansari dan Bulak Tugu pada Kamis (30/7/2026) bertempat di Ruang Rapat Pemerintah Kalurahan Krembangan. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi antara pemerintah kalurahan dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang pertanian guna menyamakan langkah dalam menghadapi musim tanam mendatang.
Koordinasi tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat bidang pertanian, para pentraktor, petugas P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air), Ketua Bamuskal Kalurahan Krembangan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh dari BPP Panjatan, serta seluruh pamong Kalurahan Krembangan.
Dalam pembahasan disampaikan bahwa mulai tanggal 1 Agustus 2026 air irigasi dijadwalkan sudah mulai masuk ke area persawahan. Jadwal tebar benih untuk wilayah Kalurahan Krembangan adalah tanggal 15 - 25 Agustus 2026. Oleh karena itu, seluruh pemilik lahan yang saat ini masih dimanfaatkan untuk budidaya melon maupun tanaman lainnya diharapkan segera melakukan penyesuaian dan mengondisikan lahannya agar tidak menghambat distribusi air maupun pelaksanaan masa tanam padi secara serentak.
Pada musim tanam kali ini, BPP Panjatan merekomendasikan penggunaan beberapa varietas padi unggul, yaitu Inpari 42, Inpari 32, dan Cakrabuana. Ketiga varietas tersebut dinilai memiliki potensi hasil yang baik serta sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Kalurahan Krembangan.
Selain membahas persiapan musim tanam, forum juga melakukan evaluasi terhadap musim tanam sebelumnya. Berdasarkan laporan yang disampaikan, Gapoktan Sumber Rejeki dan Gapoktan Sumber Makmur berhasil meningkatkan hasil panen dibandingkan musim sebelumnya. Meskipun demikian, para petani masih menghadapi kendala yang sama, yaitu serangan hama wereng yang hingga kini masih menjadi tantangan utama dalam budidaya padi.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah rendahnya realisasi penyerapan pupuk bersubsidi. Hingga akhir Juli 2026, serapan pupuk subsidi baru mencapai sekitar 40 persen, sedangkan pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya umumnya telah mencapai sekitar 70 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh pengalaman petani pada masa tanam ketiga, di mana kekeringan menjadi permasalahan utama sehingga sebagian petani menunda penggunaan pupuk.
Dalam kesempatan tersebut, BPP Panjatan juga menyampaikan informasi penting mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi. Saat ini, petani tidak lagi diwajibkan menggunakan Kartu Tani saat melakukan pembelian pupuk subsidi. Petani cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai data yang telah terdaftar sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Selain itu, bagi petani yang ingin melakukan aktivasi, penambahan, maupun perubahan kuota pupuk bersubsidi, dapat langsung mengajukan permohonan ke Kantor BPP Panjatan.
BPP Panjatan juga memperkenalkan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam penerapan sistem budidaya modern melalui PM-AAS (Advanced Agriculture System). Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani dengan menerapkan beberapa prinsip utama, antara lain:
- Pola tanam rapat, yaitu sistem tanam berbaris rapat atau larik untuk mengoptimalkan populasi tanaman per hektare.
- Mekanisasi pertanian, melalui penggunaan traktor untuk pengolahan lahan, drum seeder atau direct seeder saat penanaman, drone untuk pemupukan maupun penyemprotan pestisida, serta combine harvester saat panen.
- Pengelolaan air secara efisien, menggunakan metode pengairan berselang (Alternate Wetting and Drying/AWD) sehingga penggunaan air dan pupuk menjadi lebih hemat.
- Pemanfaatan benih unggul bermutu, dengan memilih varietas yang sehat, tahan rebah, dan memiliki produktivitas tinggi.
Melalui koordinasi ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat membangun sinergi yang semakin kuat sehingga pelaksanaan masa tanam di Bulak Daganasari dan Bulak Tugu dapat berjalan serempak, lancar, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kalurahan Krembangan. Pemerintah Kalurahan Krembangan juga mengajak seluruh petani untuk terus berkoordinasi dengan BPP Panjatan dan kelompok tani agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani secara bersama demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.