You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo KALURAHAN Krembangan
Menu Kategori
Logo KALURAHAN Krembangan
Krembangan

KAP. Panjatan, KAB. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

MARI BERSINERGI UNTUK MENUJU KREMBANGAN YANG BERDIKARI ***** INFO LAYANAN DAN ADUAN SILAHKAN PILIH MENU LAYANAN UMUM ***** JANGAN LUPA FOLLOW DAN SUBSCRIBE MEDIA SOSIAL KAMI JAM PELAYANAN EFEKTIF SENIN - KAMIS JAM 08:00 - 15:00 WIB | JUMAT JAM 07:30 - 15:00 WIB

KWT WASTU KENCANA IKUTI PENILAIAN LOMBA GEMPAR TINGKAT KABUPATEN KULON PROGO

Administrator 17 Juli 2026 Dibaca 1 Kali

Krembangan (16/07/2026) – Kelompok Wanita Tani (KWT) Wastu Kencana mengikuti Penilaian Lomba GEMPAR (Gerakan Menanam, Mengolah, dan Memasarkan Pangan di Pekarangan) Tingkat Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan penilaian dipusatkan di kediaman Ketua I KWT Wastu Kencana, Ibu Suranti, di Padukuhan Kepuh Kidul, Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan.

KWT Wastu Kencana merupakan kelompok wanita tani yang beranggotakan warga dari Padukuhan Kepuh Kidul dan Padukuhan Krajan. Selama ini kelompok tersebut aktif mengembangkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman, pengolahan hasil panen, dan pemasaran produk.

Penilaian dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Ir. Trenggono Trimulyo, M.T., Tim Juri Lomba GEMPAR, Forkopimkap Panjatan, Lurah Krembangan, penyuluh pertanian, serta berbagai unsur terkait yang turut memberikan dukungan kepada KWT Wastu Kencana.

Sebelum pelaksanaan penilaian, KWT Wastu Kencana telah melaksanakan gladi bersih bersama Pemerintah Kapanewon Panjatan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Panjatan sebagai persiapan akhir. Seluruh lokasi penilaian ditata dengan baik agar mampu menampilkan potensi terbaik yang dimiliki kelompok, mulai dari gapura hidup, demplot tanaman pangan, hingga kebun pekarangan milik para anggota.

Dalam proses penilaian, tim juri tidak hanya melakukan evaluasi di lokasi utama yang berada di sekitar rumah Ketua I KWT Wastu Kencana, tetapi juga mengunjungi sejumlah kebun milik anggota kelompok yang tersebar di Padukuhan Kepuh Kidul dan Padukuhan Krajan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung penerapan pemanfaatan pekarangan di tingkat anggota, sekaligus menilai keberlanjutan program yang telah dilaksanakan oleh kelompok.

Berbagai komoditas pangan ditampilkan dalam penilaian, di antaranya aneka sayuran, tanaman buah, tanaman obat keluarga (TOGA), rempah-rempah, serta tanaman pangan lainnya yang dibudidayakan secara terpadu di lahan pekarangan. Selain aspek budidaya, tim juri juga menilai kemampuan kelompok dalam mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah serta upaya pemasarannya sebagai bagian dari konsep GEMPAR.

Suasana penilaian semakin semarak dengan kegiatan panen bersama di kebun sekitar rumah Ketua I KWT Wastu Kencana. Tim juri bersama para tamu undangan berkesempatan memanen berbagai hasil kebun yang telah dibudidayakan oleh anggota KWT. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan pekarangan mampu menghasilkan produk pangan yang sehat, segar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Lomba GEMPAR merupakan salah satu program yang mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui gerakan menanam, mengolah, dan memasarkan hasil pangan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Keikutsertaan KWT Wastu Kencana dalam ajang tingkat kabupaten ini menjadi wujud semangat kebersamaan, gotong royong, dan kreativitas para anggotanya dalam mengembangkan pertanian pekarangan. Sinergi antara anggota kelompok, Pemerintah Kalurahan Krembangan, Pemerintah Kapanewon Panjatan, Balai Penyuluhan Pertanian, serta berbagai pihak terkait menjadi modal penting dalam mewujudkan kawasan pekarangan yang produktif, asri, dan berdaya guna.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, meningkatkan kualitas gizi, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha melalui pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Dengan semangat GEMPAR, pekarangan tidak hanya menjadi ruang hijau di sekitar rumah, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.095.407.796,68 Rp 1.635.545.593,00
66.98%
Belanja
Rp 743.981.063,00 Rp 1.745.657.408,00
42.62%
Pembiayaan
Rp 117.612.903,15 Rp 110.200.503,15
106.73%

APBK 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Kalurahan
Rp 0,00 Rp 9.000.000,00
0%
Lain-Lain Pendapatan Asli Kalurahan
Rp 80.090.000,00 Rp 91.500.000,00
87.53%
Dana Desa
Rp 373.456.000,00 Rp 373.456.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 67.819.648,00 Rp 196.547.796,00
34.51%
Alokasi Dana Kalurahan
Rp 452.599.427,00 Rp 840.541.797,00
53.85%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 120.000.000,00 Rp 120.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 1.442.721,68 Rp 4.500.000,00
32.06%

APBK 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Kalurahan
Rp 544.424.549,00 Rp 1.189.055.948,00
45.79%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan
Rp 83.645.614,00 Rp 285.839.200,00
29.26%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kalurahan
Rp 38.290.000,00 Rp 80.870.800,00
47.35%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan
Rp 59.620.900,00 Rp 108.752.800,00
54.82%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Kalurahan
Rp 18.000.000,00 Rp 81.138.660,00
22.18%