You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo KALURAHAN Krembangan
Menu Kategori
Logo KALURAHAN Krembangan
Krembangan

KAP. Panjatan, KAB. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

MARI BERSINERGI UNTUK MENUJU KREMBANGAN YANG BERDIKARI ***** INFO LAYANAN DAN ADUAN SILAHKAN PILIH MENU LAYANAN UMUM ***** JANGAN LUPA FOLLOW DAN SUBSCRIBE MEDIA SOSIAL KAMI JAM PELAYANAN EFEKTIF SENIN - KAMIS JAM 08:00 - 15:00 WIB | JUMAT JAM 07:30 - 15:00 WIB

PELATIHAN KADER KESEHATAN KALURAHAN KREMBANGAN TINGKATKAN KAPASITAS KADER DALAM MENDUKUNG TRANSFORMASI POSYANDU DAN OPTIMALISASI 1.000 HPK

Administrator 26 Mei 2026 Dibaca 2 Kali
PELATIHAN KADER KESEHATAN KALURAHAN KREMBANGAN TINGKATKAN KAPASITAS KADER DALAM MENDUKUNG TRANSFORMASI POSYANDU DAN OPTIMALISASI 1.000 HPK

Krembangan – Pemerintah Kalurahan Krembangan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan pada Senin (25/5/2026) bertempat di Pendopo Kalurahan Krembangan. Kegiatan ini diikuti oleh Kader Kesehaan Kalurahan Krembangan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kalurahan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Tri Marlina Anugrahani, SKM dari Puskesmas Panjatan I dan Maslikhah dari Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Panjatan.

Pada sesi pertama, Tri Marlina Anugrahani, SKM menyampaikan materi mengenai Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan fokus pada Rebranding Posyandu. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 semakin memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), termasuk Posyandu, sebagai ujung tombak pelayanan dasar di masyarakat.

Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat pelayanan yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan sosial. Meski demikian, kesehatan tetap menjadi inti pelayanan Posyandu karena merupakan fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Transformasi Posyandu melalui ILP bertujuan menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang lebih terintegrasi, meningkatkan jumlah Posyandu ILP aktif, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi, antara lain prevalensi stunting yang masih fluktuatif, rendahnya skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, kurangnya perhatian terhadap kesehatan remaja dan usia produktif, serta keterbatasan pendanaan yang menuntut inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, kader kesehatan diberikan pembekalan keterampilan dalam pelayanan Posyandu, khususnya untuk ibu hamil, bayi, balita, remaja, dan usia produktif. Materi meliputi penyuluhan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), edukasi gizi melalui konsep "Isi Piringku", pentingnya pemeriksaan kehamilan dan nifas di fasilitas kesehatan, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pemantauan tanda bahaya kehamilan, hingga deteksi dini ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK).

Pada sesi kedua, Maslikhah dari PLKB Panjatan menyampaikan materi tentang Kalender Pengasuhan bagi Ibu Hamil untuk Optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dijelaskan bahwa 1.000 HPK terdiri dari 270 hari masa kehamilan dan 730 hari setelah bayi lahir hingga usia dua tahun. Periode ini merupakan masa yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak karena terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat dan dikenal sebagai periode emas anak.

Dalam pemaparannya, Maslikhah menekankan pentingnya pengasuhan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil sejak awal kehamilan. Ibu hamil dianjurkan menjalani pemeriksaan antenatal terpadu sesuai standar Kementerian Kesehatan, mulai dari skrining usia kehamilan dan faktor risiko pada trimester pertama, pemeriksaan USG pada trimester kedua, hingga skrining risiko persalinan pada trimester ketiga.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai pembaruan Buku KIA versi 2020, antara lain adanya tabel pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah minimal 90 tablet selama kehamilan, kewajiban menyiapkan minimal empat calon pendonor darah menjelang persalinan, pemeriksaan dokter pada kehamilan kurang dari 12 minggu, skrining preeklamsia, pemantauan kenaikan berat badan ibu hamil, serta pemeriksaan dokter pada trimester ketiga untuk menentukan rencana persalinan yang aman.

Selain itu, disampaikan pula edukasi mengenai tanda-tanda kehamilan, perubahan fisik dan emosional selama kehamilan, perilaku yang dianjurkan dan harus dihindari selama masa kehamilan, tanda bahaya kehamilan dan persalinan, serta pentingnya persiapan keluarga berencana pasca persalinan.

Maslikhah menjelaskan bahwa program keluarga berencana pasca persalinan bertujuan mengatur jarak kehamilan, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, serta menjaga kesehatan ibu dan bayi. Berbagai pilihan kontrasepsi diperkenalkan kepada peserta, baik metode jangka panjang seperti AKDR (spiral), implant, MOW dan MOP, maupun metode jangka pendek seperti suntik KB, pil KB, dan kondom.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader kesehatan Kalurahan Krembangan semakin memahami peran strategisnya dalam mendukung transformasi Posyandu, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta mendampingi keluarga dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.016.764.729,93 Rp 1.635.545.593,00
62.17%
Belanja
Rp 522.564.017,00 Rp 1.745.657.408,00
29.94%
Pembiayaan
Rp 117.612.903,15 Rp 110.200.503,15
106.73%

APBK 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Kalurahan
Rp 0,00 Rp 9.000.000,00
0%
Lain-Lain Pendapatan Asli Kalurahan
Rp 80.090.000,00 Rp 91.500.000,00
87.53%
Dana Desa
Rp 373.456.000,00 Rp 373.456.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 54.293.895,00 Rp 196.547.796,00
27.62%
Alokasi Dana Kalurahan
Rp 387.942.366,00 Rp 840.541.797,00
46.15%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 120.000.000,00 Rp 120.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 982.468,93 Rp 4.500.000,00
21.83%

APBK 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Kalurahan
Rp 413.237.672,00 Rp 1.189.055.948,00
34.75%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan
Rp 73.301.345,00 Rp 285.839.200,00
25.64%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kalurahan
Rp 6.990.000,00 Rp 80.870.800,00
8.64%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan
Rp 11.035.000,00 Rp 108.752.800,00
10.15%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Kalurahan
Rp 18.000.000,00 Rp 81.138.660,00
22.18%